Setelah kurang lebih tiga tahun merasa tertarik dan tergila-gila, satu setengah tahun mencoba fokus dan berkomitmen untuk menjawab segala pertanyaan yang ada, dan sebelas bulan merasa ketertarikan ini telah menjadi hambar rasanya, akhirnya gua memutuskan untuk berhenti meneliti gambaran konsep diri anak yang berasal dari keluarga poligami sebagai topik skripsi.
Semoga gua sedang tidak melegitimasi keputusan gua, tapi mengerjakan skripsi ini rasanya seperti sedang pacaran. Ada masa tergila-gila, dan ada masa dimana kegilaan itu sirna. Dulu di semester awal ketika gua baru belajar Psikologi Perkembangan dan Analisis Sosial, gua yakin bahwa topik Poligami adalah topik yang paling menarik untuk diteliti, kendati sulitnya mendapatkan subjek dan kepercayaannya pada peneliti memang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Ketika itu gua masih muda dan miskin pengalaman. Semakin banyak matakuliah pilihan Psikologi Sosial yang gua ambil, semakin terbuka mata dan wawasan gua mengenai isu-isu yang tak kalah menariknya dari poligami; sebuah isu favorit yang acapkali membuat gua naik darah setiap kali ada orang yang membenarkan praktik ini hanya karena bermodalkan ajaran agama dan mengabaikan dimensi-dimensi lain yang juga (seharusnya) terkait.
Dua bulan yang lalu, di kelas Psikologi Kelompok Marginal, gua diperkenalkan dengan film dokumenter berjudul "40 Years of Silence" oleh sang dosen. Sepanjang film tersebut gua merasa seperti ditampar, disiram air panas, atau mungkin seperti disambar petir melihat fakta-fakta yang dipaparkan di sana. Right there, gua merasakan sensasi gemas bercampur rasa ingin tahu yang membuncah yang belum pernah gua rasakan sebelumnya. Sempat terpikir, "Apa ganti topik aja ya?" namun gua mencoba membuang pikiran itu mengingat perjalanan gua dan poligami sudah kepalang tanggung. Akhirnya gua pun memilih untuk 'mencoba' kembali jatuh cinta dengan poligami yang telah berbulan-bulan enggan gua ajak bicara.
Di suatu malam ketika gua asyik bergulat dengan insomnia, tiba-tiba gua merasa seperti diguyur air bermuatan listrik dan batin gua seperti berseru "Ayo kita neliti tentang anak atau anggota keluarga eks-tapol / anggota PKI!". Gua pun langsung mengakses internet, meminta data mengenai sejarah 1965 dan segalanya yang berkaitan dengan PKI pada Google dan rasa optimis langsung menyelimuti pikiran gua. Singkat cerita, dua hari setelah kejadian itu gua memutuskan untuk brainstorming dengan salah seorang dosen senior (gua lebih nyaman berbincang dengan orang yang jauh lebih tua) dan seperti berjodoh, tiga dosen favorit yang gua temui secara berurutan di satu hari itu sangat mendukung hasrat gua untuk meneliti isu ini dan bersedia untuk mengerahkan segala kemampuan mereka untuk membantu gua dalam proses pengerjaannya. :')
So here I am, being super duper excited to start writing a brand new undergrad theses. Gua cuma punya waktu sekitar tujuh bulan (karena gua ingin wisuda di bulan Oktober 2011) dan satu bulan ini akan gua habiskan untuk studi literatur dan (semoga) berdiskusi dengan orang-orang yang memang paham betul tentang peristiwa 1965 dari perspektif non-ORBA. Mohon doa restu, wish me luck, semoga nantinya hasil penelitian gua bisa berguna bagi banyak orang, tidak semata sebagai prasyarat lulus strata 1 atau demi memuaskan rasa ingin tahu saja. Yah, setidaknya gua berharap semoga skripsi gua ini nantinya tidak digunakan untuk bungkus sayur atau ikan asin.
Wish me luck!




1 comments:
Good luck :)
Post a Comment