it's now, it's wow, it's how!!
ingat jargon itu? bila tidak, silakan tonton kembali film Spiderman 3.
talking about media, belakangan ini sepertinya media lagi berbondong-bondong mengupas tuntas peristiwa-peristiwa heboh yang sengaja dibuat semakin heboh hingga pemirsa capek menontonnya. mereka seperti berebutan pamer analisis maupun investigasi demi mendapatkan perhatian pemirsa yang--gua yakin--pasti sudah muak dengan berita tersebut. segala narasumber didatangi, semua orang mulai dari orang penting hingga orang tidak penting juga turut didatangi untuk dimintai komentarnya. semakin banyak narasumber, semakin tajam analisis, semakin panjang investigasi, seolah-olah menjadi jaminan bahwa berita telah berhasil dikemas secara lebih menarik.
hasilnya? overrated! contohnya kasus si ryan yang belakangan ini jadi buah bibir di mana-mana. kenapa doi dibahas habis-habisan? kalo variabel-variabel yang berhubungan dengan ryan di-breakdown, sebetulnya mutilasi udah banyak koq. apa lagi? gay? c'mon, masih ya mendiskriminasikan dan menganggap hina kaum homoseksual?! katanya sudah modern, tapi kerangka berpikir masih konservatif. giliran besan petinggi negara ketahuan korupsi, kenapa media nggak segitu getolnya mencari narasumber mulai dari psikolog, ustad, sampai ke tetangga yang bersangkutan?
what else? masalah blackbox adam air? jujur gua merasa sangat terganggu dengan acara SILET yang bolak-balik-balok menayangkan isi rekaman blackbox berulang-ulang macam iklan yang diulang-ulang sampai tiga kali. it's so annoying! koq ya nggak ada simpati-simpatinya sama keluarga korban? apa nggak namanya membuka luka lama ya? sebagai mahasiswa psikologi yang berkecimpung di dunia jurnalistik, gua merasa cara media mengekspos rekaman blackbox itu kurang santun. it's not that easy to cope with trauma. at least it's not as easy as retrieving the traumatic memories back to mind. a year is not enough to forget and cope with the grieve it has caused. dan yang paling mengganggu adalah, yahh berhubung itu adalah tayangan infotainment, dimasukkanlah narasumber-narasumber dari kalangan selebritis untuk dimintai komentar-gak-pentingnya itu. SICK!!
.....capek ngomel-ngomel......
oh well.. I got another polite rejection from a publisher who's just rejected my novel. I really don't mind. it's just fukin ironic to see most of the novels they've published are cheesy ones. Bukannya sombong ya, setidaknya gua masih mengerti betul Ejaan Yang Disempurnakan, kalimat majemuk bertingkat, imbuhan, awalan, dan tetek bengek lainnya (meskipun mungkin cerita gua yang sampah). instead of writing 'gue' as 'gw' in a NOVEL, for god's sake! I dunno who's stupid now: the writer or the editor? or maybe THEIR market?
or maybe I should apply to be an editor? I can make money from that. hahahaha.
ingat jargon itu? bila tidak, silakan tonton kembali film Spiderman 3.
talking about media, belakangan ini sepertinya media lagi berbondong-bondong mengupas tuntas peristiwa-peristiwa heboh yang sengaja dibuat semakin heboh hingga pemirsa capek menontonnya. mereka seperti berebutan pamer analisis maupun investigasi demi mendapatkan perhatian pemirsa yang--gua yakin--pasti sudah muak dengan berita tersebut. segala narasumber didatangi, semua orang mulai dari orang penting hingga orang tidak penting juga turut didatangi untuk dimintai komentarnya. semakin banyak narasumber, semakin tajam analisis, semakin panjang investigasi, seolah-olah menjadi jaminan bahwa berita telah berhasil dikemas secara lebih menarik.
hasilnya? overrated! contohnya kasus si ryan yang belakangan ini jadi buah bibir di mana-mana. kenapa doi dibahas habis-habisan? kalo variabel-variabel yang berhubungan dengan ryan di-breakdown, sebetulnya mutilasi udah banyak koq. apa lagi? gay? c'mon, masih ya mendiskriminasikan dan menganggap hina kaum homoseksual?! katanya sudah modern, tapi kerangka berpikir masih konservatif. giliran besan petinggi negara ketahuan korupsi, kenapa media nggak segitu getolnya mencari narasumber mulai dari psikolog, ustad, sampai ke tetangga yang bersangkutan?
what else? masalah blackbox adam air? jujur gua merasa sangat terganggu dengan acara SILET yang bolak-balik-balok menayangkan isi rekaman blackbox berulang-ulang macam iklan yang diulang-ulang sampai tiga kali. it's so annoying! koq ya nggak ada simpati-simpatinya sama keluarga korban? apa nggak namanya membuka luka lama ya? sebagai mahasiswa psikologi yang berkecimpung di dunia jurnalistik, gua merasa cara media mengekspos rekaman blackbox itu kurang santun. it's not that easy to cope with trauma. at least it's not as easy as retrieving the traumatic memories back to mind. a year is not enough to forget and cope with the grieve it has caused. dan yang paling mengganggu adalah, yahh berhubung itu adalah tayangan infotainment, dimasukkanlah narasumber-narasumber dari kalangan selebritis untuk dimintai komentar-gak-pentingnya itu. SICK!!
.....capek ngomel-ngomel......
oh well.. I got another polite rejection from a publisher who's just rejected my novel. I really don't mind. it's just fukin ironic to see most of the novels they've published are cheesy ones. Bukannya sombong ya, setidaknya gua masih mengerti betul Ejaan Yang Disempurnakan, kalimat majemuk bertingkat, imbuhan, awalan, dan tetek bengek lainnya (meskipun mungkin cerita gua yang sampah). instead of writing 'gue' as 'gw' in a NOVEL, for god's sake! I dunno who's stupid now: the writer or the editor? or maybe THEIR market?
or maybe I should apply to be an editor? I can make money from that. hahahaha.



4 comments:
ah, ngomongin spiderman3, j-e-l-ek BGT!!! sebel!!!
wuih, qod, yang di silet mah blom ada apa-apanya..
lo coba tongkrongin ANTV saban malem.
tolong dong!!
malem aja gitu tayangannya.
sukses bikin merinding ga si?
trus L-E-N-G-K-A-P bgt ditayanginnya, ada teks,
pilot: "..."
copilot: "..."
dari awal ngobrol biasa mpe Allahu Akbar.
TAMBAH lagi ilustrasinya..
n-a-j-i-s!!!
ga mikir apa??
kasian kan keluarga korban!!
gila, baru setahun udah dibhas lagi!
padahal, di Amerika tempat 'kotak hitam' ditelaah aja bilang kalo 'yang kayak begituan' BOLEH disebarluaskan setelah 30 taun!!
hee...
indonesia, indonesia..
rasa empatinya kurag niyh!!
sebal!!
pada belajar keperawatan aja dah, biar ngerti apa itu EMPATI!!
huh!!
udah ah, kpanjangan qod!
hahaha..
oia, smgt yak buat novel-nya..
jgn pantang menyerah!
hahaha...
maju terus pantang mundur..
kan uda mau 17-an..
smgt 2008 lahh..
halah!!
dincesss.. yaolohhh panjang bener buuu komennya hahaha..
emssss!!! gele emang nih jurnalisme indonesia mentang2 dikasi kebebasan pers malah jadi liarrrr.. that's just my 2cents sih.. mungkin karena gua juga blajar psikologi ya, jadi kadang2 suka gemes aja sama pers yg gak ngerti etika! hahaha
sebenarnya mungkin karena persaingan antar media aja kali. stasiun TV kan sekarang ini banyak banget
jadi rebutan cari penonton dengan cara sperti itu
tapi kasus ryan emang seru sih hahaha
lo nulis novel??
dlu lo suka bikin komik bukan sie pas smp?
tenang aja,,,yg nolak tulisan lo yg bakalan rugi,,,hehe,,,
keep writing girl,,,=)
Post a Comment