selama ini kebanyakan orang berpikir bahwa dunia fashion itu identik dengan glamour, party, printilan mode dengan harga mencekik (setidaknya buat saya sih), dan tetekbengek lainnya. saya tidak mau hipokrit dengan bilang "ah, tidak demikian koq". basi. saya mau bilang, memang benar koq dunia fashion itu glamour, banyak party, beserta printilan mode dengan harga mencekik buat saya. baca: ketika ada acara fashion show! yahh kalo ada fashion people yang lekat dengan kegiatan2 glamorama seperti itu, one thing for sure, nggak semuanya.
saya tidak mau berbicara tentang glamor di sini. sensitif. karena orang-orang dapat memiliki persepsi yang berbeda tentang glamor itu sendiri. apa yang dipandang orang glamor, belum tentu glamor di pandangan saya. begitu pula sebaliknya, apa yang di mata saya terlihat glamor, belum tentu glamor di mata orang lain. dalam dunia fashion, awalnya saya sempat memandang after party sebuah fashion show designer ternama Indonesia sebagai suatu bentuk keglamoran dunia mode ibukota. lama-lama, saya terbiasa dengan glamorama seperti itu sehingga di mata saya itu tidak lagi menjadi glamor, tapi lumrah. justru kalau tidak glamor malah janggal dan membosankan. duh, malah jadi dibahas kan.
saya cuma mau berbagi cerita lucu di balik tirai dunia fashion yang--menurut banyak orang--agak sulit untuk ditembus tanpa adanya koneksi. ya setidaknya, sepengalaman saya, dibutuhkan setidaknya seorang kenalan untuk dapat menembus dunia fashion yang kejam ini. mengapa kejam?

saya tidak mau berbicara tentang glamor di sini. sensitif. karena orang-orang dapat memiliki persepsi yang berbeda tentang glamor itu sendiri. apa yang dipandang orang glamor, belum tentu glamor di pandangan saya. begitu pula sebaliknya, apa yang di mata saya terlihat glamor, belum tentu glamor di mata orang lain. dalam dunia fashion, awalnya saya sempat memandang after party sebuah fashion show designer ternama Indonesia sebagai suatu bentuk keglamoran dunia mode ibukota. lama-lama, saya terbiasa dengan glamorama seperti itu sehingga di mata saya itu tidak lagi menjadi glamor, tapi lumrah. justru kalau tidak glamor malah janggal dan membosankan. duh, malah jadi dibahas kan.
saya cuma mau berbagi cerita lucu di balik tirai dunia fashion yang--menurut banyak orang--agak sulit untuk ditembus tanpa adanya koneksi. ya setidaknya, sepengalaman saya, dibutuhkan setidaknya seorang kenalan untuk dapat menembus dunia fashion yang kejam ini. mengapa kejam?
- mulut-mulut fashion people sudah sedemikian terasah sehingga tajamnya melebihi dari silet. boro-boro setajam silet, mau badik, rencong, golok, parang, atau sekedar pisau dapur pun kalah tajam. biasanya mereka menyerang orang-orang yang berdandan aneh, lagaknya sok asik, seleb-seleb yang sok diva, atau bahkan sesama orang media (dari media fashion ya tentunya). mulut-mulut macam ini bisa ditemukan di acara-acara fashion show (biasanya si mulut-mulut ini ditutupi oleh tangan-tangan pemilik mulut ketika beraksi), cocktail party, mall-mall ibukota beserta tempat-tempat nongkrong fashion people, atau sekedar di bilik-bilik kantor majalah fashion.
- hati-hatilah bila mau berkomentar di hadapan fashion people. apalagi bila anda -- yaa bisa dibilang nggak ngerti-ngerti amat tentang fashion.. atau baru kemaren sore nyempung di dunia fashion. sekali lagi, dengan kekuatan mulut-mulut sakti, mereka bisa membuat anda kapok untuk membuka mulut.
- hati-hati juga dalam bergaya maupun berpakaian. ini yang susah. sebaiknya anda pikirkan sendiri bagaimana, karena saya juga masih insecure dalam urusan yang satu ini. hahaha.
- creativity is highly required if you really wanna survive in this world, but originality is also your responsibility. mencontek karya orang tanpa memberikan akreditasi sebagai sumber inspirasi jelas sebuah dosa besar. namun perlu diperhatikan bahwa terkadang, mulut-mulut tersebut tidak cukup percaya dengan kemampuan anda. apabila karya anda dipertanyakan keoriginalannya, elus-elus saja dada anda. saya tahu benar kesal rasanya. namun itu sudah biasa di dunia ini. dicontek orang? elus-elus saja dada anda. setidaknya secara tidak langsung si penjiplak itu mengakui kemampuan anda sekaligus mengakui ketidak-mampuannya pula.
- dll.. dst.. *as always hehehe*




7 comments:
waaa... che, itu yg difoto yg belakang lo artis bukan sih?
nitia
haa? yg mana? itu designer ahh.. pasti lo nyangka ferry salim yaa? hahahaa
ahahhaa.. mirip che.. sumpah2
wah kamu kerja di majalah fashion ya che....
hmm..
gue perna merasakan salah satu mulut" camen itu tuh..
reaksi gue..biarin aja..
toh yang namanya fashion itukan buat merefleksikan elo yang sesungguhnya..
jadi buat gue..fashion itu bebas..lo mo pake blangkon buat kawinan juga jadi..
klo maslaah reaksi mulut" itu ya cuekin aja..wakakaka~
artikel anda ada di:
http://fashion.infogue.com
http://fashion.infogue.com/rissy_roos_pastikan_anda_tidak_ketinggalan_trend_fashion
anda bisa promosikan artikel anda di infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!
another hilarious post!!!! point nomor satu kocak banget hahahahahahaha!!!!
Post a Comment