ibu saya berpesan saat saya sedang jatuh cinta: "jangan terlalu suka karena kalau terlalu suka kamu akan berharap dan ketika harapan kamu sirna kamu akan kecewa."
sebuah pesan yang terdengar kurang menyenangkan di telinga anak muda yang sedang kasmaran memang, tapi saya percaya kata-kata seorang ibu pasti ada benarnya. sekalipun ada bagian yang kurang benar pasti tetap saja "ada" benarnya. saya percaya kata-kata ibu sama mujarabnya seperti doa, maka itu saya mendengarkan setiap detail ucapannya.
terkadang saya suka berpikir, mana yang lebih baik? mencintai atau dicintai? kalau kita mencintai dan ternyata orang yang kita cinta tidak melakukan hal yang sama, unless kita iklhas mencintai tanpa mengharapkan balasan tentu kita tidak akan kecewa. tapi masa iya, kita mencintai tanpa menggantungkan harapan apa-apa? dan kalau kita dicintai orang yang tidak kita cintai juga bukannya sama saja? kita pasti lebih mengharapkan untuk dicintai orang yang kita cintai, kan?
tapi saya rasa, saya lebih senang mencintai. peduli setan dengan cinta bertepuk sebelah tangan. apa salahnya mencintai seseorang? saya percaya, karma itu ada dan karma tidak selalu menghampiri orang-orang yang berperilaku buruk saja. karma baik itu nyata. lebih nyata daripada karma yang selama ini dikaitkan dengan pembalasan dari Atas sana. semakin banyak orang yang kita cintai, saya percaya, dengan atau tanpa kita ketahui, pasti semakin banyak pula orang yang mencintai kita.
karena kalimat aktif selalu berdampingan dengan kalimat pasif.
just a thought.
sebuah pesan yang terdengar kurang menyenangkan di telinga anak muda yang sedang kasmaran memang, tapi saya percaya kata-kata seorang ibu pasti ada benarnya. sekalipun ada bagian yang kurang benar pasti tetap saja "ada" benarnya. saya percaya kata-kata ibu sama mujarabnya seperti doa, maka itu saya mendengarkan setiap detail ucapannya.
terkadang saya suka berpikir, mana yang lebih baik? mencintai atau dicintai? kalau kita mencintai dan ternyata orang yang kita cinta tidak melakukan hal yang sama, unless kita iklhas mencintai tanpa mengharapkan balasan tentu kita tidak akan kecewa. tapi masa iya, kita mencintai tanpa menggantungkan harapan apa-apa? dan kalau kita dicintai orang yang tidak kita cintai juga bukannya sama saja? kita pasti lebih mengharapkan untuk dicintai orang yang kita cintai, kan?
tapi saya rasa, saya lebih senang mencintai. peduli setan dengan cinta bertepuk sebelah tangan. apa salahnya mencintai seseorang? saya percaya, karma itu ada dan karma tidak selalu menghampiri orang-orang yang berperilaku buruk saja. karma baik itu nyata. lebih nyata daripada karma yang selama ini dikaitkan dengan pembalasan dari Atas sana. semakin banyak orang yang kita cintai, saya percaya, dengan atau tanpa kita ketahui, pasti semakin banyak pula orang yang mencintai kita.
karena kalimat aktif selalu berdampingan dengan kalimat pasif.
just a thought.



6 comments:
klo gw sih milih mencintai dan dicintai org yg gw cintai hehehe
expectation is one hell of a bitch, but to love without any of it is still one of life's greatest treasure.
apa susahnya dicintai ya?:)
Hmm....
Mncintai Lbih bnyaq bkin skit hti...
Ap bner bsa bhagia dngan mncintai orang yng tdak mncintai kta??
Bkannya Mlah buat Drita dri sndiri??
yuppp,,,
i believe in karma,,,=)
gw percaya smua yg kita lakuin bakalan ada balasannya,,,
yg baik dibalas baik,,,yg jahat dibalas jahat,,,
Nubitol mode:ON
"Cintah itu apa ya kk?"
Post a Comment